Rabu, 29 Juli 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Kebut Pemulihan Gedung DPRD NTB Pascakebakaran, Kementerian PU Targetkan DED Rampung Oktober 2026  ·  Tinjau Fasilitas SRT 1 Sragen, Menteri PU Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Pendidikan Unggul  ·  Kebut Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Bangun Permanen 47 Jembatan di Sumatra  ·  Kebut Pemulihan Pascabencana Aceh, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan dan Jembatan Kembali Terhubun  ·  Kebut Persiapan PON XXII 2028, Kementerian PU dan DPR RI Sepakat Renovasi GOR Turide Mataram  ·  : Berkonsep 'Dual Use', Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI A  ·  Gandeng BKN, Kementerian PU Berkomitmen Tingkatkan Integritas ASN dan Tata Kelola Pemerintahan  ·  Sinergi Infrastruktur dan Pertahanan, Kementerian PU Siapkan Akses Tol untuk Pabrik Mobil Nasional d
Wujudkan Re-Industrialisasi Nasional, Wamen Diana Tekankan Pentingnya Dukungan Insinyur dalam Pemban

Wujudkan Re-Industrialisasi Nasional, Wamen Diana Tekankan Pentingnya Dukungan Insinyur dalam Pemban

Berita Pu 460 dibaca
Penerbitpu, JAKARTA – melangsir pu.go.id pada Selasa (25/02/2025) Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menghadiri acara Temu Nasional 2025 Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan tema Hilirisasi Insinyur Muda untuk Mendorong Re-Industrialisasi di Semua Sektor Keinsinyuran Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta pada Sabtu (22/2/2025).

Wamen Diana mengatakan re-industrialisasi yang menjadi fokus utama PII adalah bagian dari Prioritas Nasional Asta Cita ke-5 yaitu melanjutkan hilirisasi industri. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya oleh Menteri PU Dody Hanggodo bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi fondasi pertumbuhan re-industrialisasi nasional.

“Kementerian PU tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga infrastruktur sumber daya air dan penyediaan air minum yang mendukung industri dan sistem logistik yang lebih efisien. Diharapkan langkah-langkah ini dapat mempercepat re-industrialisasi dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia menuju 2045,” kata Wamen Diana.

Dalam rangka mencapai pembangunan infrastruktur yang efektif dan efisien, Wamen Diana menekankan diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, dan para profesional di bidang keinsinyuran. 
“Oleh karena itu, kami berharap PII dapat terus memberikan dukungan dan kontribusi nyata dalam menciptakan inovasi dan solusi pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” katanya.

Terakhir, Wamen Diana berharap Temu Ilmiah FIM PII 2025 ini mampu memperkuat peran insinyur muda dalam mendorong re-industrialisasi di tanah air. 
“Dukungan dari PII sangat kami harapkan dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung hilirisasi industri dan menjadikan sektor keinsinyuran sebagai motor utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. (Yul)
Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!